MekarBooks

Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer

Oleh Pramoedya Ananta Toer

Non FictionHistory

Buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer merupakan catatan Pramoedya Ananta Toer tentang derita gadis-gadis Indonesia yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang pada masa Perang Dunia Kedua di Pulau Buru serta kelanjutan nasib para Jugun Ianfu yang ditinggalkan begitu saja setelah Jepang menyerah pada tahun 1945. Tahun 1943, Pemerintahan Pendudukan Balatentara Dai Nippon di Jawa mengeluarkan perintah kepada para remaja perempuan untuk melanjutkan sekolah di Tokyo dan Shonanto. Perintah ini tidak pernah diumumkan secara resmi juga tidak masuk dalam Osamu Serei (Lembaran Negara). Jepang sengaja melakukannya untuk menghilangkan jejak dan para perawan remaja yang telah diberangkatkan meninggalkan kampung halaman serta keluarga mereka untuk menempuh perjalanan yang berbahaya. Bukan untuk disekolahkan, tetapi mereka dipaksa untuk memenuhi impian seks serdadu Jepang. Kajian kiwari menyebut mereka sebagai Jugun Ianfu atau comfort woman. Kenyataannya, para Jugun Ianfu bukan hanya sekadar perempuan penghibur, tetapi juga budak seks secara brutal, terencana, dan kita bisa menganggapnya sebagai kejahatan perang. “ ... kalian para perawan, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu.

Bahasa: Bahasa Indonesia

Penerbit: gpu

Pertanyaan Umum

Tentang apa buku Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer?

Buku ini merupakan catatan dokumenter Pramoedya Ananta Toer yang ditulis selama pengasingannya di Pulau Buru, mengangkat kisah nyata perempuan-perempuan muda Indonesia yang dipaksa menjadi jugun ianfu (budak seks militer) pada masa pendudukan Jepang 1942-1945.

Untuk siapa buku ini cocok dibaca?

Cocok untuk pembaca yang tertarik pada sejarah Indonesia, kajian gender dan kekerasan masa perang, serta mereka yang ingin memahami sisi gelap pendudukan Jepang yang jarang diangkat dalam buku sejarah arus utama.

Apakah ini karya fiksi atau non-fiksi?

Ini adalah karya non-fiksi berbasis dokumentasi dan kesaksian, ditulis dengan sensitivitas sastra oleh Pramoedya, bukan novel fiksi.