Kitab Pink Jason Ranti
Oleh Wisnu Nugroho
âKenapa gua mau diwawancarai di studio gua? Biasanya, gua akan pergi ke tempat luar, karena gua gak mau orang tahu gua tinggal di mana. Pas lo dateng kemarin, lo bilang, "Jadi, lukisan yang bermasalah itu lukisan yang berkah." Lo dateng ke sini nanya-nanya lukisan, ngopi, ngobrolin itu, ngobrolin ini, terus tiba-tiba ngelihat karya gua di kertas yang gua umpetin. Gua bukan konten lo, Men!â Kalimat itu terucap secara lugas dari mulut Jason Ranti. Dia merasa, banyak wawancara yang dilakukan terhadap dirinya sekadar basa-basi. Jason Ranti lebih menghargai wawancara yang dilakukan dengan hati, dalam rangka membangun komunikasi antarmanusia. Buku Kitab Pink Jason Ranti karya Wisnu Nugroho akan mengungkap jauh kehidupan Jeje, panggilan akrab Jason Ranti, dari sisi kreativitas hingga spiritualitasnya yang tidak mudah dimengerti. Dia mengakui bahwa lagu-lagunya bukan untuk dipahami, melainkan untuk menyentuh perasaan lewat bunyi. Tersingkap juga gugatannya yang blak-blakan terhadap otoritas negara, agama, dan sejumlah sendi kehidupan yang kedodoran. Jason Ranti juga menjelaskan pandangannya mengenai cara dia memandang dosa dan kesucian. Dilengkapi dengan penjelasan mengenai karya Jeje di pintu toilet, dapur keluarga, piagam, tanda jasa, kertas, dan kanvas yang lahir di studionya selama masa pandemi. Melalui buku ini, Anda akan diajak bercakap-cakap untuk menggugat, mencari, dan menemukan pegangan hidup yang sungguh-sungguh kita percayai.
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penerbit: gpu
Pertanyaan Umum
Buku ini cocok untuk siapa?
Cocok untuk penggemar musik Jason Ranti dan pembaca yang tertarik pada perjalanan kreatif serta refleksi spiritual seorang musisi independen.
Tentang apa buku Kitab Pink Jason Ranti ini?
Buku ini merupakan dokumentasi percakapan antara jurnalis Wisnu Nugroho dan musisi Jason Ranti, membahas kreativitas, spiritualitas, serta proses di balik karya-karya dan lirik lagunya, dilengkapi sketsa karya Jason Ranti.
Apakah ini bagian dari sebuah seri?
Ya, buku ini merupakan bagian pertama dari seri 'Beginu: Bukan Begini, Bukan Begitu' yang ditulis oleh Wisnu Nugroho.